Tadi Pagi jam setengah 5 mamah membangunkan ku untuk mandi krn aku dan ayah harus pulang ke jakarta. Itu rutinitas biasa setiap aku pulang ke setu rumah kecilku bersama orang tua ku. bergegas lah ku bangun dan mandi karena setengah 5 pagi sdh telat bgd untuk pulang ke jakarta karena biasanya aku bangun jam 4 dan berangkat jam setengah 5 setelah shalat subuh. Setelah selesai mandi aku bergegas berpakain, dgn sweater hitam bergaris-garis kuning,hijau dan merah, kerudung hitam dan celana jeans hitam..
Awalnya aku merasa tidak enak dgn pakaianku yang serba hitam. Tapi mencoba tidak mempedulikan perasaan tidak enak itu, lebih baik shalat subuh dan berdoa di lancarkan dalm perjalanan bersama ayah.
Tepat jam5 pun aku berangkat tak lupa aku pamit dan salim kepada mamah.
Dengan pelan-pelan ayah mengendarai motor karena kondisi pagi itu msh sangat gelap tapi walaupun begitu sudah banyak kendaraan di jalanan, orang-orang berangkat kerja, mengantar istrinya kerja dan mengantar anaknya bersekolah yang tempatnya jauh. Dengan tenang ayah menelusuri jalanan yang sdh penuh dengan kendaraan termasuk tronton yg besar di daerah Bantar Gebang.
Tiba-tiba ada motor yang ngerem mendadak di depan ayah. Ayah pun tidak bisa menghindari motor itu,
alhasil tabrakan beruntun terjadi ayah menabrak motor yg ngerem mendadak itu dan dari arah belakang pun ada motor yg menabarak motor ayah. Kaki ku terjepit motor yang dari belakang. Kaki ku lecet dan sakitnya luar biasa, pastinya aku menangis ditambah aku juga punya trauma terhadap kecelakaan motor 3thn lalu bersama seseorang,"Akh..aku gak kuat untuk menyebut namanya".
Ayah langsung menenangkanku yg menangis kesakitan dan kaget gara-gara tabrakan td.
Ayah menawarkan ku untuk pulang lagi kesetu dan tidakmasuk kerja tapi aku tidak mau karena aku tidak enak meninggalkan pekerjaan lagian badanku baik-baik saja hanya kakiku yg sakit jd aku tetap meneruskan perjalanan ke jkt. Dlm perjalanan aku menahan rasa sakit sambil merintih-rintih ke ayah.
Lalu sesampainya di jakarta kaki ku di urut sama ayah. wuu...sakit bgd. Dan pd saat di kantor pun aku bekerja sambil menahan rasa sakit yg cenat-cenut di kaki ku. Karena pekerjaan ku harus bolak-balik dari meja 1 ke meja 2,dan harus cari makan pada saat istirahat, yah..akhirnya kaki ku bengkak karena kebanyakan jalan. Harusnya aku emang tidak masuk kerja dan istirahat dikamar. Bodohnya aku, aku malah mengusap kaki bengkak ku dengan balsem geliga yang sangat panas, udah itukena lukanya lagi. Makin parah saja sakitnya. Rasanya pgn pulang, gak kuat jalan. Lalu sesampainya dirumah kaki ku di urut sm om ku, om tatang. Beuh..mantab sakit banged. Aku nangis sambil tertawa karena rasanya tuh.. sakit dan geli. Om tatang sampe ikut tertawa ngeliat aku tertawa sambil nangis. Tp lumayan lah urutannya, kaki sdh tidak biru lagi.
Hmmm...dari situ aku gak mau lg deh punya suggesti yg gak engga di hati, mlh jadi kenyataan gini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar